Akhirnya lega juga...
Bisa posting dan ngeramaiin hajatnya Ibu Ezra di “momen ini”
Malu juga kalo gak ikutan apalagi sudah disenggol lewat sms segala oleh mba Yuli. Sempet bingung siapa ya MP-ers yang mau merasa kalau beliau begitu mewarnai kehidupan ku” . Jujur sempet bingung karena MP buatku sungguh banyak memberi aku banyak kesempatan megenal orang bukan hanya saja orang baru tapi ketemu lagi dengan teman2 lama kayak ibunya Vari dan Mamanya alif & aksa. Tapi akhirnya aku memilih sebuah nama...MEGA
Mba...
Baking soda sama soda kue sama gak?
Itu sms yang semalam kukirim ke ibu...
Sudah jam 9-an mlam waktu itu...Waktunya ibu tidur tapi ibu masih sempat membalas smsku....Kadang tuh aku memang gak tahu waktu, seenak udelnya kalo tiba2 perlu sesuatu....
dan Ibu yang satu ini selalu sabar ngejawab baik lewat sms atau lewat paksaanku yang langsung nelpon karena lama gak ada jawaban dari beliau. Gak inget waktu deh pokoknya, malam ketika ibu bersiap ngelonin Chaca putri kesayangannya tidur atau pas siang2 ketika ibu lagi ketiban kerjaan kantor dan pasti dengan suaranya yang selalu terdengar semangat dan ceria, ibu selalu jawab semua mauku dan dengan sabar pula serta penuh canda dia juga tahu kalau tiba-tiba aku menyudahi pembicaraan karena urusanku sudah selesai dengan beliau.
Aku kenal ibu lewat mba Ilna,
Berawal dari tanya-tanya tentang edible, ibu pula yang mengenalkan aku dengan mba Vita [Benneth's Mom]. Kedekatan aku dan ibu pun berlanjut lewat YM, bisa dikatakan tiada hari tanpa aku mencarinya di YM setiap aku OL, Buzz..buzz...Yuhuuu..yuuhuu..jadi salam pembuka dalam setiap chat kami.
Ibu pula yang ngajarin aku berbagai trip dan triks memasak,
Kadang kami bisa bermimpi bersama suatu saat bisa tetanggan, latbar bareng atau TdT ampe gempor. Ibu yang menginspirasi aku untuk nambah pengalaman di bidang baking..Ahh, ibu supportmu membuat aku semakin PD.
*terharu*
Memang belakangan ini ibu jarang ngempi, MP nya yang ini dan ini jarang diisi. He3. Meski jarang ngempi tapi lewat chat pertemanan kami tetap berlanjut. Ibu pasti siap jadi ”tempat sampahku’ saat aku lagi BT. Ibu juga gak pernah sedikitpun marah kalau aku mengece [mengolok-ngoloknya]. Chat kami penuh dengan qiqiqiqi..atau xixixixi....
Biasanya aku memanggilnya Mba Mega, tapi di momen ini sebagai bentuk kecil respekku pada beliau, aku mau menyapanya ibu seperti sapaan Chaca padanya. Kekagumannku bukan hanya pada kemahirannya masak baik pastry maupun kuliner tapi dengan kemampuan superwomannya. Bagaimana tidak, dengan jam kantornya yang panjang, ibu masih sempet telepon Chaca sekedar menanyakan sedang apa, masih bisa telepon bu guru, masih bisa terima order cake. Pulang kerja pun beliau kadang masih membibik [waktu belum ada ART pengganti], di setiap week end pun pasti bersibuk ria memasak untuk keluarga.
Cara ibu berpikir dan menghadapi tantangan juga luar biasa menurutku, Ibu selalu mampu berpikir positif dan berusaha yang terbaik dalam menyelesaikan semua tantangan...Duh, apalagi ya...[sambil garuk-garuk kepala]. Rasanya tak kan mampu semua dituliskan meski jari-jari bengkak atau tuts keyboard ampe lecet untuk menggambarkan kekagumanku pada ibu. Meski aku belum pernah ketemu Ibu secara langsung tapi aku merasa nyaman dengannya, moga ibu juga ya...
Maturnuwun Allah,
Aku diberi kesempatan untuk bisa merasakan hidupku yang berwarna diisi oleh Ibu. Kapan ya Bu kita bisa kopdar...

Mba Mega...thanks for everything ya...
[special thanks to Mba Ilna yang sudah mengenalkan aku pada Mba Mega, juga untuk mba Yuli yang sudah mau jd EO momen ini]
fuiiiih, lega.....